Iklan

Cari artikel menarik di blog sini

Jumat, 15 Juli 2016

Makalah Sejarah Peradaban Masa Kerajaan Mughal


A. Sejarah Peradaban Masa Kerajaan Mughal
Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya Kerajaan safawi. Jadi diantara tiga kerajaan besar Islam yaitu Kerajaan Usmani,Kerajaan Safawi di Persia, Kerajaan Mughal inilah kerajaan yang termuda. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan pertama di anak benua India. Awal Islam di wilayah India terjadi pada masa Khalifah al-Wahid, dari dinasti Bani Umayyah. Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan Muhammad Ibn Qasim.[1]
Kerajaan Mughal di India dengan Delhi sebagai ibu kota, didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salah satu dari cucu Timur Lenk. Ayahnya bernama Umar Mirza, penguasa Ferghana.  Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika ia masih berusia 11 tahun. Ia berambisi dan bertekad akan menaklukkan Samarkhand yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. Pada mulanya, ia mengalami kekalahan tetapi karena mendapat bantuan dari Raja Safawi, Ismail I akhirnya berhasil
menaklukkan Samarkand tahun 1494 M. Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibu kota Afganistan.[2]
Setelah Kabul dapat ditaklukkan, Babur meneruskan ekspansinya ke India. Kala itu Ibrahim Lodi, penguasa india, dilanda krisis, sehingga stabilitas pemerintahan menjadi kacau. Alam Khan, paman dari Ibrahim Lodi, bersama-sama Daulat Khan. Gubernur Lahore, mengirim utusan ke Kabul, meminta bantuan Babur untuk menjatuhkan pemerintah Ibrahim di Delhi. Permohonan itu langsung diterimanya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kotanya Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentaranya menuju Delhi. Pada tanggal 21 April 1526 M terjadilah pertempuran yang dahsyat di Panipat. Ibrahim beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang menegakkan pemerintahnya di sana. Dengan demikian, berdirilah kerjaan Mughal di India.[3]
Setelah kerajaan Mughal berdiri, raja-raja Hindu di seluruh India menyusun angkatan perang yang besar untuk menyerang Babur. Namun, pasukan Hindu ini dapat dikalahkn Babur. Sementara itu, di Afganistan masih ada golongan yang setia kepada keluarga Lodi, Mahmud, menjadi sultan. Tetapi, sultan Mahmud Lodi dengan mudah dikalahkan Babur dalam pertempuran dekat Gogra tahun 1529 M. Pada tahun 1530 M Babur meninggal dunia dalam usia 48 tahun di Agra setelah memerintah selama 30 tahun, dengan meninggalkan kejayaan-kejayaan yang cemerlang. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh anaknya Humayun.[4]
Humayun, putra sulung Babur dalam melaksanakan pemerintahan banyak menghadapi tantangan. Sepanjang masa kekuasaannya selama Sembilan tahun (1530-1539 M) Negara tidak pernah aman. Ia senantiasa berperang melawan musuh di antara tantangan yang muncul adalah pemborontakan Bahadur Shah, penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari Delhi. Pemberontakan dapat dipadamkan. Bahadur Shah melarikan diri dan Gujarat dapat dikuasai. Pada tahun 1540 M terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kanauj. Dalam pertempuran ini Humayun mengalami kekalahan. Ia terpaksa melarikan diri ke Kandahar dan selanjutnya ke Persia. Di Persia ia menyusun kembali tentaranya. Kemudian dari sini ia menyerang musuh-musuhnya dengan bantuan raja Persia, Tahmasp. Humayun dapat mengalahkan Sher Khan Shah setelah hampir 15 tahun berkelana meninggalkan Delhi. Ia kembali ke India menduduki tahta kerajaan Mughal pada tahun 1555 M. setahun setelah itu ia meninggal dunia karena terjatuh dari tangga  perpustakaannya, Din Panah.[5]
Humayun digantikan oleh anaknya, Akbar,yang berusia 14 tahun.krena ia masih muda maka urusan kerajaan diserahkan kepada Bairam Khan, seorang syi’ah. Pada masa Akbar inilah kerajaan Mughal mencapai masa keemasannya.[6]
Diawal masa pemerintahannya, Akbar menghadapi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan Shah yang masih berkuasa di Punjab. Pemberontakan yang mengancam kekuasaan Akbar adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Pasukan pemberontak itu berusaha memasuki kota Delhi. Bairam Khan menyambut kedatangan pasukan tersebut, sehingga terjadilah peperangan yang dahsyat, yang disebut Panipat II pada tahun 1556 M. Himu dapat dikalahkan. Ia ditangkap, kemudian dieksekusi. Dengan demikian, Agra dan Gwalior dapat dikuasai penuh.[7]
Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau mamaksakan kepentingan aliran Syi’ah. Bairam Khan memberontak, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561 M. Setelah persoalan-persoalan dalam negeri dapat diatasi, Akbar mulai menyususn program ekspansi. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah. Wilayaah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.[8]
Dalam pemerintahan militeristik tersebut, sultan adalah penguasa diktator, pemerintahan daerah dipegang oleh seorang sipah salar (kepala komandan), sedang subdistrik dipegang oleh faujdar (komandan). Jabatan-jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran. Pejabat-pejabat itu memang diharuskan mengikuti latihan kemiliteran.[9]
Akbar juga menerapkan apa yang dinamakan dengan politik sulakhul (toleransi universal). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.[10]
Kemajuan yang dicapai Akbar masih dapat dipertahankan oleh tiga sultan berikutnya, yaitu Jehangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M). Tiga sultan penerus Akbar ini memang terhitung raja-raja yang besar dan kuat. Setelah itu, kemajuan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya.[11]
Kemantapan stabilitas politik karena sistem pemerintahan yang diterapkan Akbar membawa kemajuan dalam bidang-bidang yang lain. Dalam bidang ekonomi, kerajaan Mughal dapat mengembangkan program pertanian, pertambangan, dan perda­gangan. Akan tetapi, sumber keuangan negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian. Di sektor pertanian ini, komuni­kasi antara pemerintah dan petani diatur dengan baik. Pengaturan itu didasarkan atas lahan pertanian. Deh, merupakan unit lahan pertanian terkecil. Beberapa deh tergabung dalam pargana (desa). Komunitas petani dipimpin oleh seorang mukaddam. Melalui para mukaddam itulah pemerintah berhubungan dengan petani. Kerajaan berhak atas sepertiga dari hasil pertanian di negeri itu. Hasil pertanian kerajaan Mughal yang terpenting ketika itu adalah biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayur-sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila, dan bahan-bahan celupan.[12]
Di samping untuk kebutuhan dalam negeri, hasil pertanian itu diekspor ke Eropa, Afrika, Arabia, dan Asia Tenggara bersamaan dengan hasil kerajinan, seperti pakaian tenun dan kain tipis bahan gordiyn yang banyak diproduksi di Gujarat dan Bengal. Untuk meningkatkan produksi, Jehangir mengizinkan Inggris (1611 M) dan Belanda (1617 M) mendirikan pabrik pengolahan hasil perta­nian di Surat.[13]
Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi, bidang seni dan budaya juga berkembang. Karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasa Persia maupun berbahasa India. Penyair India yang terkenal adalah Malik Muhammad Jayazi, seorang sastrawan sufi yang menghasilkan karya besar berjudul Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengandung pesan kebajikan jiwa manusia. Pada masa Aurangzeb, muncul seorang sejarawan bernama Abu Fadl dengan karyanya rintahar Akhbar Nama dan Aini Akhbari, yang memaparkan sejarah kerajaan Mughal berdasarkan figur pemimpinnya.[14]
Karya seni yang masih dapat dinikmati sekarang dan merupa­kan karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Fatpur Sikri di Sikri, vila, dan masjid-masjid yang indah. Pada masa Syah Jehan, dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.[15]

B. Para Pemimpin Kerajaan Mughol ( Beserta Tabel Uraian )
No
Nama
Uraian
1
Zahirudin Babur (1526-1530)


2

Humayun (1530-1556)
Menghadapi beberapa pemberontakan di antaranya dari Bahadur Syah dan saudaranya Kamran. Dia juga menghadai pasukannya yang tidak lagi loyal.
3

Akbar Syah (556-1605)
Menerapkan Undang-undang yang terkenal dengan Din Ilahi (agama Allah)
4

Jahangir (1605-1627)
Menghadapi pemberontakan anaknya, Khusraw dan Syah Jehan
5

Syah Jehan (1627-1658)
Masih tetap menghadapi pemberontakan, salah satunya dari Khan jahan Lodi, namun dia pun mampu merebut kota Qandahar kembali dari penguasa Persia.
6
Auerangzeb (1658-1707)
Menduduki kekuasaan setelah berebut dengan saudara-saudaranya. Syah Jehan sendiri telah memilih Dara dan ia berhasil membunuhnya. Dia juga yang memindahkan ibu kota kerajaan dari Agra ke Delhi. Banyak menghadapi pemberontakan dikarenakan ia tidak bertoleransi dengan agama lain, seperti adanya larangan untuk praktek-praktek Hindu
7
Bahadur Syah (1707-1712)
Berkuasa juga setelah menang berselisih dengan saudaranya, Azam dan Kam. Dia tidak setegas ayahnya, sehingga kebijakan ayahnya pun tidak taat diteruskan.
8
Jihadur Syah (1712-1713)
Karena terkenal denga pribdainya yang lemah, maka adiministrasi kerajaan pun kacau dan dia pun menghadapi pemberontakan Farrukh Siyar yang kemudian membunuhnya.
9
Farruk Siyar(1713-1719)
Dipaksa wazirnya Abdullah Khan dan Husein Ali Khan - yang dulu membantunya untuk menurunkan Tihadur Syah- untuk keluar dari Delhi.
10
Muhammad ( 1719-1740)
Cucu Bahadur Syah, dan saat inilah Nizamul Mulk menjadi perdana menterinya. Namun tidak bertahan lama sehingga Muhammad eghadpi kekuatan Syiah yang mulai bangkit, sehingga terjadi pembunuhan terhadap 30.000 orang di delhi yang dilakukan Nader Syah, raja Persia.
11
Ahmad Syah (1748-1754 M)
Menghadapi pemberontakan wazirnya Safdar Jang dan pemberontakan cucu Nizamul Mulk, Imadul Mulk yang berhasil mengusir Ahmad Syah dari delhi. Imadul Mulk.
12
Alamgir II (1754-1759 M)
Anak Jihadur Syah dan diangkat Imadul Mulk dan dibunuh juga oleh Imadul Mulk
13
Alam II (1759-1806 M)
Sebelumnya Syah Jehan III yang memerintah atas dukungan Imadul Mulk, namun daat diturunkan oleh pimpinan militer Persia. Masa ini juga menghadapi Inggris dan dia dibunuh oleh Rohila
14
Akbar II (1806-1837 M)
Masih menghadapi kekuasaan Inggris dan pemberontakan suku-suku di India
15
Bahadur Syah II (1837-1858 M)
Kekuasaan Inggris semakin kuat[16]



C. Peta Kerajaan Mughal

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari paparan di atas, dapat tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.      Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya Kerajaan safawi. Jadi diantara tiga kerajaan besar Islam yaitu Kerajaan Usmani,Kerajaan Safawi di Persia, Kerajaan Mughal inilah kerajaan yang termuda. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan pertama di anak benua India. Awal Islam di wilayah India terjadi pada masa Khalifah al-Wahid, dari dinasti Bani Umayyah. Kerajaan Mughal di India dengan Delhi sebagai ibu kota, didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salah satu dari cucu Timur Lenk.
2.      Akbar menerapkan apa yang dinamakan dengan politik sulakhul (toleransi universal). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama. Kemajuan yang dicapai Akbar masih dapat dipertahankan oleh tiga sultan berikutnya, yaitu Jehangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M). Tiga sultan penerus Akbar ini memang terhitung raja-raja yang besar dan kuat. Setelah itu, kemajuan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya.



[1] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, PT Raja Grafindo, Jakarta, 1994, hlm 145
[2] Ibid., hlm 147
[3] Ibid.
[4] Ibid., hlm 148
[5] Ibid.
[6] Ibid.
[7] Ibid., hlm 149
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] Ibid.
[11] Ibid., hlm 150
[12] Ibid.
[13] Ibid.
[14] Ibid., hlm 151
[15] Ibid.
[16] Istianah Abubakar, SEJARAH PERADABAN ISLAM UNTUK PERGURUAN TINGGI ISLAM DAN UMUM, UIN-Malang Press, Malang, 2008, hlm 136
[17] HIME AIME, “Kerajaan Mughal”, http://himeaime.blogspot.com/2015/01/kerajaan-mughal.html Diakses pada tanggal  2 Mei 2016

1 komentar:

  1. Casino Games - JTG Hub
    Free 안산 출장샵 Slots at the 김해 출장안마 JTG Hub Casino. All games 태백 출장안마 are 포천 출장마사지 tested and guaranteed, the best online slots and casino games from 수원 출장마사지 all around the world! Play free.

    BalasHapus